Woman Side

Untuk yang kesekian kalinya saya membuktikan bahwa kalau perempuan itu hanya perlu didengarkan. didengarkan. :) soo simpel..

Walau terkadang, tanpa perlu solusi..dan saya memang tidak punya solusi dengan yang didengarkan tadi..hanya menyediakan pendengaran bonus dengan seurat senyuman..beban berat yang disunggi berton-ton tadi meruntuh ke bumi..ada sungai yang mengalir di sana..namun sesaat dedaun menghijau kembali,seuntai senyum kembali hadir di wajahnya.. penuh kekuatan untuk memulihkan hatinya.

So that’s why… jika sudah berjuta beban menghimpit, menangislah wahai perempuan! :) carilah orang yang bijak yang dapat kamu percaya untuk berbagi :D . iAllah mujarab.

 

Edisi: malam menjadi pendengar yang berbudiman dan vise versa –”

7 Tahun Dalam Kenangan

Tidak terbantahkan, cerita (tsunami) itu sudah menpunyai versi sendiri di setiap individu di Aceh ini. Ia mempunya frase dan menggunakan majas masing-masing. Bisa beralur maju dan beralur mundur, dan ia-nya memang patut dikenang. Secara mendalam, dengan bahasa masing-masing yang tidak diperlukan mesin terjemahan. Tsunami dapat berarti kenangan, kehilangan, malapetaka, musibah, malaikat maut, keberuntungan, dan bahkan sebagian lain mengartikannya dengan kiriman pengetahuan.

7 tahun dalam kenangan. Bukan masa yang singkat. Bukanlah hal yang mudah melupakan bait teriakan kehisterisan. kekalutan. ketidakpercayaan…dan ianya sudah terjadi. Meluluhlantakkan jiwa yang garang, menghancurkan tembok yang angkuh. Menenggelamkan harapan. Ia sudah terjadi.

Puing-puing kenangan itu masih ada. Tidak banyak yang terlihat di pinggir jalan megah itu. Hanya segelintir yang bertahan. Reruntuhan telah digantikan dengan tembok-tembok baru yang dicat indah. Tidak di pinggir jalan itu…