Saweu Siat

Wahhh.. udah setahun lebih ga nulis (publish-red) di sini :D.. sebentar ato lama ya itu?? Padahal banyak yang ingin dituangkan di sini. Biar abadi. Mmm.. nanti dehh dirapel ckck… Gagal deh one week one posting! –“

Advertisements

Toshi, Derita Tiada Akhir

Alkisah,

Hampir 2 tahun Toshi ini menemani mengerjakan kerjaanku sehari-hari. Dari ribetnya urusan pemodelan tsunami, pemetaan sampai dengan urusan tetekbengek urusan hati yang senantiasa galau nan tiada akhir.
Namun, apa dikata, belum genap 2 tahun segitu banyak beban yang ditanggungnya sudah. Bebannya berbanding terbalik dg kondisi fisiknya. Penderitaannya bak tak ada ujung, silih berganti. Dimulai dari ‘patah leher’ sampai dengan kondisi akutnya ‘operasi pencangkokan paru-paru’.

Untuk yang patah leher itu murni kesalahanku. Kecelakaan sore itu menyebabkannya menderita sedemikian rupa. Beberapa ‘Rumahsakit’ terlengkap sudah disamperin untuk mengobati leherpatah, namun sembuhnya di Omega juga, berkat pertolongan Ceksiti.
Selesai urusan patahleher, kembali Toshi bengek. Nafasnya menderu. Tak tega menyuruhnya kerja keras. Apalagi menguras energinya demi sebuah ‘pelarian’ simulasi dan analisis risiko tsunami yang sedang kugarap. Mmmm…
Puncaknya, Toshi koma.
Lebih dari 3 bulan mendekam di ‘RS’ Bima kawasan Peunayong menunggu perpanjangan tangan donatur paru-paru ataupun menunggu adanya pasar paru-paru. Brat that udep. Oiya, sebelumnya, sebenarnya, sudah diusahakan penyembuhan paru-paru dengan cara operasi dan penambahan bagian yang ‘sakit’. Eh ternyata ya, yang namanya bengek itu tetap tidaklah merdu. Terpaksa deh di opname kembali waktu itu.
Alhamdulillah, kini Toshi sudah pulih kembali.
Keluhannya hanya satu.

‘Anemia’.
Huhu..

 

Pesan moral: Jangan memperkerjakan leppi anda di luar kapasitasnya 😀

Peunajoh Jameun: Pineung Ruek

Dalam perjalanan intat dara baro (antar pengantin perempuan) ke Meulaboh coret Minggu kemarin saya dan rombongan mampir ke kios jajanan di seputaran Aceh Jaya, kalo tidak salah namanya Krueng Sabee. Di sana saya menemukan jajanan masa kecil dulu, yang kebetulan juga kue favorit nenek saya yang sudah almarhum. Jadi ingat nenek (masyiek) T.T. Semoga Allah melapangkan kuburnya dan menerima amalannya disisiNya. Aamiin.

IMG_1270

Kembali ke si kuker…

Meskipun kue kering ini terbilang keras dan lumayan bisa bikin patah gigi kalo tidak hati-hati, namun nenek dengan suka cita mencicipinya. Bunyinya yang kriuk-kriuk ketika dikunyah menandakan gigi nenek yang terbilang sudah 70-an ketika itu masih kuat.

Klo dirasa-rasa komposisi penganan ini sederhana sekali, ini masih tebakan aja sih, gula, tepung beras, dan pengembang, sama minyak goreng. Klo salah yaa..maklum saja lah, ini lidah belum mahir menggugling komposisi makanan berdasarkan rasa :p.

IMG_1269

Bagian luarnya maniss banget! bagi yang bukan penyuka rasa manis, ini sudah termasuk manis tahap tinggi. Ada baiknya sediakan air minum sebagai penawar rasa setelah mencicipi kue ini ya.

Sepertinya, kue ini semakin ketinggalan zaman, dengan semakin langkanya ditemukan kuker ini menandakan semakin berkurangnya peminat, meskipun ini sangat layak dijadikan oleh-oleh atau bawaan.

Lipstick Ajaib

Setiap ada keluarga ato tetangga pulang haji ato umrah, saya seringnya dioleh-olehin lipstik ini. Namanya: HARE Lipstick. Tadinya saya curiga ini buatan Cina, rupanya Taiwan, tetangganya :D.
Lipstick ini terbilang ‘istimewa’, selain nggak cepat habis (otomatis hemat saku), juga warnanya khaas banget, pinky gitu, seringnya pink nya itu mengikuti warna bibir sipemakai. Masih belum tahu tingkat keamanannya. Ato ada yang tahu? *share doong!*. Kalo di Banda Aceh, harga eceran @10ribu. Biasanya dijual ditoko-toko arab.

Saya punya cerita unik, tepatnya teman. Si teman ini mempunyai masalah dengan bibir. Kering dan terkelupas. Beberapa pelembab bibir terkenal sudah dicoba, baik rekomendasi dokter maupun coba-coba *padahal dia dokter juga tuh hehe*, namun bibirnya masih bermasalah. Ujung-ujungnya masalah bibirnya sembuh sendiri setelah dia pake lipstik hare ini.

Belanda, Sang Penakluk Air

Apa yang terbayang dalam benakmu jika jika disebutkan kata “Belanda”?

Kincir angin?, hamparan tulip? Ataukah klompen? atau juga kanal banjir? atau bahkan, penjajah? hehe..semua bisa saja berbeda dalam menginterpretasikan Netherland ini.

IMG_1264

Buat saya, Belanda adalah inspirasi.

Dilatarbelakangi pendidikan, civil engineering, terutama teknik hidraulik, Belanda merupakan “kiblat” dalam desain bangunan keairan. Kepioniran Belanda dalam mempertahankan wilayahnya dari kepungan air laut dengan bangunan  proteksi pantai dan pengendalian banjir sungguh tidak diragukan lagi.

Fakta bahwa daratan Belanda berada di bawah permukaan laut, dimana  wilayah Nieuwerkerk aan den Ijssel merupakan kota yang terendah yang berada 6.76 m dpl (di bawah permukaan laut). Amazing! Bagaimana sebuah konstruksi raksasa  dijk (dinding laut) dapat membendung air laut sampai dengan kedalaman sedemikian rupa ya? mmm bukit mana ni yang dikerahkan untuk menghadang air laut sedemikian rupa? Tidak heran jika saat ini negara di belahan dunia manapun yang terancam ‘tenggelam’ menggait Belanda dalam teknologi hidraulik.

Contoh terdekat, selama masa recovery pasca tsunami di Kota Banda Aceh, dari 2006 – 2009, saya mendapat kesempatan besar, bergabung dengan Sea Defence Consultants – The Netherlands. Kota Banda Aceh yang juga dikelilingi pantai telah mendapat bantuan berupa uluran tangan dari pakar-pakar Belanda dalam menanggulangi banjir pantai (tsunami) dan banjir genangan dengan mengadopsi sistem drainase (polder system) dari Belanda tersebut. Interaksi secara langsung dengan pakar-pakar yang telah mendunia ini, hingga saat ini Banda Aceh sangat merasakan nikmatnya terbebas banjir. Kondisi ini membuat minat saya semakin tinggi untuk dapat mencerna pendidikan dan bahkan sosial budaya di Belanda. Sayangnya, sampai saat ini, itu masih sebuah impian buat saya. Mmmm… let’s make it real!

Menilik Belanda lebih dalam, ternyata ya, Belanda sudah menggeluti dunia hidraulik ini sejak 2000 tahun silam! Kita menerapkannya saja baru sekarang hehe..”maka kepioniran manakah yang masih kamu dustakan ragukan??”  Tidaklah heran, jika negeri kincir angin ini begitu beradaptasi dengan lingkungannya, bahkan dengan ancaman sekalipun.  Teknik-teknik penghadangan serangan badai dan air laut sudah jauhhh lebih di depan. Sebut saja, The Oosterschelde barrier/Eastern Scheldt barrier, dimana pekerjaan ini terdiri atas pembangunan 13 bendungan penghadang (barriers), pintu air (sluices), kunci (locks), dan tanggul-tanggul. Wowww… meskipun konstruksi ini sudah siap dibangun pada tahun 1997, namun masih diakui sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Modern oleh American Society of Civil Engineers. Ini kawasan yang wajib dikunjungi nantinya. Catat!.

Salah satu sumber menyebutkan bahwa, pembangunan bendungan dan tanggul tidak hanya untuk melindungi diri dari ancaman banjir (coastal flooding), tetapi juga dengan fungsi sebagai reklamasi daratan, cadangan air tawar dan untuk meningkatkan jalur pengairan. Menarik sekali ya.. perlu banget ini ilmunya untuk diterapkan di Jakarta akhir-akhir ini.

Delta_Works_Netherlands_Water
Salah satu bangunan dalam Project Delta Works
2s-image
Lokasi-lokasi The Oosterschelde barrier/Eastern Scheldt barrier (Delta Works)

Ternyata lagi, kemampuan Belanda dalam menaklukkan ancaman air dan memanfaatkan potensi air sudah sangat luar biasa.  Amerika Serikat yang adidaya saja mengagumi keunggulan Belanda dalam bidang ini dan meminta Belanda membangun ulang New Orleans setelah hancur diterjang badai Katrina (info: detik.com). Dari sumber yang sama menyebutkan, bahwa megaproyek Dubai yang membendung perairan Laut Persia menjelma menjadi kepulauan artifisial Palm Jumeirah yang spektakuler itu juga terealisasi berkat teknologi dan pengalaman Belanda. Hasrat saya semakin menggebu-gebu ni untuk ke sana, meminum langsung ilmu dari sumbernya.

Referensi:

  1. http://www.mediaubg.com/index.php?option=com_content&view=article&id=113:dibalik-bendungan-belanda&catid=35:teknik-bangunan&Itemid=58
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda
  3. http://www.water-technology.net/projects/delta-works-flood-netherlands/
  4. http://news.detik.com/read/2013/01/25/191358/2152542/103/banjir-jakarta-rangkullah-belanda

Sumber Gambar:

  1. http://www.water-technology.net/
  2. Pribadi

Asam Udang, penggugah selera makansiang

Langsung deh encesan klo kebayang asam udang ini. Tadinya nggak napsu makan, laangsong ngelunjak bisa makan sepiring-tak-loncat-katak hehe.
Cara buatnya soo simpel, ga pake lama. Komposisinya: udang, belimbing segar, sere, daun jeruk, bawang merah, dan garam secukupnya.
Langsung dah semuanya dicampur, dan diuleg sampe hancur kasar-kasar. Udang, terlebih dahulu direbus sampe memerah ato masak. Mmmm yammii lhoo.. Sila dicoba 😉